Dari mana aku harus memulai cerita ini, mungkin cerita ini tak ada menarik nya bagi sebagian darimu. Tapi apa salahnya jika kau mendengarkan juga, mari kita mulai saja.
Malam itu, seperti biasa aku harus menunggu keretaku sepulang kerja. Malam itu tidak seperti malam biasanya ,sangat dingin. Anjing-anjing dijalanan yang biasanya menggonggong meminta sebuah roti yang dibawa pejalan kaki, sekarang mereka diam di jalan-jalan sempit, untuk menghangatkan diri.
Duduk sendiri di bangku ini, kurasa tidak ada lagi yang menunggu keretanya seperti aku ini. Kulihat jam ditanganku sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, wow sudah larut sekali pikirku, pantas saja sudah tidak ada yang menunggu kereta. Beginilah bosku selalu melemburkanku, tapi tidak pernah menambah gajiku gerutuku dalam hati, agar tidak terlalu membosankan disini. Menunggu dan menunggu tapi tidak ada satupun kereta yang lewat ,lelucon macam apa ini pikirku. Aku mengotak-atik hpku karena tidak ada kerjaan lagi untukku, angin berhembus melewati tubuh belakangku, membuatku sedikit merinding. Angin yang begitu dingin pikirku, kereta yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kereta ini tidak seperti biasanya, jendelanya banyak yang sudah pecah. Ah mungkin karena ini kereta malam pikirku, aku naik saja tanpa mengkhawatirkan apa-apa.



